Tampilkan postingan dengan label Kemdikbud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemdikbud. Tampilkan semua postingan

Indonesia Segera Menjadi Negara Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara

Kamis, 07 Januari 2016

Indonesia menuju negara ekonomi digital yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dalam hal ini pemerintah menjadikan sektor ini sebagai salah satu kontributor utama dalam perekonomian nasional pada tahun 2020 mendatang. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah meluncurkan program untuk menciptakan 1000 teknopreneur atau wirausaha yang berbasis teknologi, hingga tahun 2020. Untuk itulah Menkominfo Rudiantara secara khusus meminta bantuan kepada pendiri Google Sergey Brin.

Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo dan Rudiantara ke markas Google di Silicon Valey, Amerika Serikat pada bulan Oktober 2015 lalu. Selain program 1000 teknopreneur, Rudiantara juga menjelaskan tentang peta jalan (road map) perdagangan elektronik atau e-dagang yang saat ini juga tengah berkembang sangat pesat di Indonesia. Menteri yang akrab disapa Chief RA itu menargetkan kontribusi e-dagang bisa menyentuh angka 130 miliar dollar AS pada tahun 2020. Road map ini nantinya akan dijadikan rujukan buat kementerian dan lembaga terkait.

Menanggapi paparan dari Menteri Rudiantara, Sergey Brin mengatakan pihaknya sangat mendukung semua program teknologi digital dari pemerintah Indonesia. Untuk itu ia akan menambah target program pengembangan teknopreneur di Indonesia sehingga membantu terciptanya 1000 startup yang berkualitas dan kompetitif.
Khusus untuk teknopreneur Indonesia yang sudah berhasil saat ini, termasuk aplikasi terkait transportasi tengah jadi buah bibir seperti Go-Jek, Brin sangat mengapresiasi hal tersebut dan malah mendorong mereka untuk membawa aplikasinya ke tingkat global.

Dalam kesempatan itu, Rudiantara juga meminta Google untuk membantu Indonesia, tidak hanya dari sisi aplikasi dan network, namun juga dari sisi device atau peralatan komunikasinya. Rudiantara ingin agar masyarakat Indonesia bisa membeli handset smartphone yang sangat murah, salah satunya dengan memanfaatkan platform android one buatan google. Google sendiri sangat antusias memberikan bantuan kepada Indonesia agar bisa menciptakan smartphone murah, yang tentunya jadi awal bagi terciptanya generasi yang melek teknologi digital.

Selain soal ekonomi digital, keduanya juga membicarakan perkembangan soal Google Loon Project atau Balon Google. Kominfo membeberkan beberapa hal terkait aspek teknis yang diperlukan temasuk kebutuhan spektrum frekuensi untuk backhaul. Program ini jadi salah satu fokus Kominfo karena dianggap bisa memberikan solusi akses komunikasi atau internet kepada wilayah rural.

Senada dengan Rudiantara, Sergey Brin juga mengatakan bahwa Balon Google akan sangat cocok buat Indonesia karena kondisi geografisnya yang terdiri dari ribuan pulau. Loon, kata Brin, bisa menjangkau luas area permukaan dengan diameter mencapai 80 km. Kominfo memastikan proyek Google Loon ini akan diujicobakan selama tahun 2016, bekerjasama dengan tiga operator terbesar Indonesia di pita frekuensi 900 MHz yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Kominfo sudah mengidentifikasi beberapa lokasi di daerah rural untuk disediakan solusi layanan 4G Broadband menggunakan solusi Google Loon ini. Nantinya daerah-daerah pedesaan terpencil, perbatasan, maupun wilayah pantai, pulau-pulau dan kawasan laut, akan dijadikan target khusus penyebaran Google Loon ini. Dengan Google Loon masyarakat di daerah tersebut bisa mendapatkan konektivitas broadband 4G yang memadai dan terjangkau. Google Loon adalah solusi karena jika memakai metode konvensional memakai tower terrestrial, hal tersebut sulit dilaksanakan karena tidak mungkin memasang tower di laut.

Handset 4G yang digunakan adalah handset yang sudah ada di pasaran. Google menegaskan akan mendukung penuh proyek Google Loon ini seraya memastikan bahwa mereka tidak akan pernah dan memang tidak ingin menjadi operator baru di Indonesia. Brin mengatakan bahwa Google hanya sebagai penyedia teknologi tower dan BTS di angkasa tersebut.

Selain itu, dibahas juga soal Google Fiber Project. Indonesia akan serius menata Fixed Broadband pada tahun 2016. Kerjasama itu dibangun melalui prinsip-prinsip open access, non discriminatory, partisipasi semua stakeholder, kemudahan "right of ways" serta manfaat layanan Fixed Broadband bagi masyarakat setempat.

Serapan Anggaran Kemdikbud Tahun 2015 Menempati Posisi Ke-2, Tahun 2016 Kemdikbud Menerapkan Neraca Pendidikan di Tiap Kabupaten/Kota dan Provinsi

Penyerapan terbesar 97,6% di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) disusul berturut-turut Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Nonformal dan Informal (PAUDNI) dan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menempati posisi ke-2 dalam hal besaran penyerapan anggaran 2015, yakni sebesar Rp 53,27 triliun. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan memaparkan, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 ini, alokasi anggaran untuk Kemendikbud menurun yakni sebesar Rp 49,23 triliun. Salah satu penyerapan anggaran itu dipergunakan untuk ketersediaan akses yang meningkat sebesar 6,2 persen.

Untuk peningkatan penyerapan anggaran pendidikan pada 2016 ini, Anies mengatakan, akan menerapkan neraca pendidikan di tiap kabupaten/kota dan provinsi. Neraca pendidikan ini, menurutnya akan memberikan informasi bagaimana penyerapan anggaran pendidikan dari sisi sumber daya neraca pendidikan hingga output sistem itu.

“Nantinya, kita bisa membandingkan bagaimana penyerapan dengan capaian dan tujuan anggaran itu, seperti alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada tiap siswa, berapa Tunjangan Profesi Guru (TPG) hingga alokasi untuk pendidikan,” ujar Anies Baswedan, Minggu (3/1).

Anies menyebutkan, penyerapan anggaran terbesar di Kemendikbud yakni pada komponen bantuan pendidikan sebesar Rp 38 triliun, belanja barang sebesar Rp 10,5 triliun, belanja pegawai sebesar Rp 2,4 triliun dan belanja modal sebesar Rp 1 triliun. Sementara itu, Dirjen Dikdasmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad mengatakan, peningkatan 6,2 persen akses pendidikan pada tahun 2015 ini meliputi penyediaan ruang kelas.

Tahun 2015 ini mencapai 6.000 ruang kelas. Pada tahun sebelumnya 2014 peningkatan akses pendidikan hanya 2% saja. “Faktor penyebabnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melanjutkan pendidikan dari SD, SMP ke SMA,” ujar Hamid Muhammad.

Kartu Indonesia Pintar (KIP) Dicetak Mulai Tahun 2016, Rapim Pelaksanaan Program Kemendikbud T.A. 2016

Kartu Indonesia Pintar (KIP) diberikan untuk menjamin serta memastikan seluruh anak usia sekolah antara 6-21 tahun dari golongan keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar bila terdaftar di Sekolah, Madrasah, Pondok Pesantren, Kelompok Belajar (Kejar Paket A/B/C) atau Lembaga Pelatihan maupun Kursus. Kartu Indonesia Pintar (KIP) menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA.

Mendikbud Anies Baswedan yang memimpin Rapim Lengkap Kemendikbud pertama di awal tahun 2016 ini ingin memastikan bahwa rencana kerja dan anggaran Kemendikbud 2016 dapat segera dilaksanakan sejak awal tahun. Di antara materi yang dibahas dalam Rapim Lengkap Kemendikbud awal tahun 2016 ini selain soal pelaksanaan anggaran 2016, adalah pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) yang pada Tahun Anggaran 2015 Kemendikbud telah berhasil melampaui target 100%, dengan penerima manfaat dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebanyak 17,9 juta siswa seluruh Indonesia.

Mulai tahun anggaran 2016 Kemendikbud akan mencetak KIP untuk memenuhi kebutuhan program ini, yang sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Sosial dengan dukungan data dari TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) di bawah Kantor Wakil Presiden.

Dengan kesiapan di awal tahun ini serapan anggaran Kemendikbud 2016 juga diharapkan akan lebih efektif dan lebih baik lagi. Pada tahun anggaran 2015 serapan anggaran Kemendikbud di antara kementerian dan lembaga dengan anggaran terbesar menempati posisi kedua paling efektif, dengan 93% lebih anggaran 2015 terserap untuk pelaksanaan program dan kebijakan Kemendikbud.

Seiring dengan itu Mendikbud Anies Baswedan juga ingin memastikan bahwa pelaksanaan program dan anggaran 2016 ini menjadi bagian dari percepatan pelaksanaan kerangka strategis Kemendikbud 2014-2019, yakni terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan dilandasi semangan gotong royong, yang diterjemahkan ke dalam tiga strategi: 
  1. Penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan; 
  2. Peningkatan mutu dan akses; dan 
  3. Peningkatan efektivitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik.
“Dengan begitu, kelak di akhir tahun 2016 nanti, laporan yang ditulis bukan hanya menyebut tentang hal-hal yang sudah dikerjakan, tetapi laporan itu akan menoreh catatan sejarah baru. Yang akan tertulis disana adalah hal-hal baru yang di tahun 2016 ini berhsil dicapai, diraih, dan dihasilkan,” pesan Mendikbud.

Penumbuhan Gerakan Pembudayaan Karakter di Sekolah (GPKDS)

Gerakan Pembudayaan Karakter di Sekolah (GPKDS) ialah kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah yang dimulai sejak dari masa orientasi siswa baru sampai dengan tamat pendidikannya di sekolah. Ini merupakan pelaksanaan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 Tentang Gerakan Pembudayaan Karakter di Sekolah.


Gerakan Pembudayaan Karakter di Sekolah ini bertujuan untuk yaitu:
  1. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan bagi warga sekolah
  2. Menumbuhkembangkan kebiasaan yang baik sebagai bentuk pendidikan karakter sejak di sekolah.
  3. Menjadikan pendidikan sebagai gerakan yang melibatkan pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan keluarga. Menumbuhkembangkan lingkungan dan budaya belajar yang serasi antara sekolah, masyarakat, dan keluarga.
Adapun hal-hal yang harus dilakukan pada Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) yaitu:
  1. MOPDB dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran baru selama 3 (tiga) atau paling lama 5 (lima) hari.
  2. MOPDB dilaksanakan melalui Gerakan Mengantar Anak ke Sekolah pada hari pertama masuk sekolah oleh orangtua/wali.
  3. Pengenalan lingkungan belajar baru di sekolah bagi siswa.
  4. Pengenalan kelembagaan dan program sekolah.
  5. Pengenalan cara belajar yang efektif baik di sekolah maupun di rumah.
  6. Pengenalan sesama warga sekolah secara egaliter, akrab, hangat, dan menyenangkan Pentas Seni, Bakat Minat, dan/atau Olahraga di Sekolah. 
Kegiatan MOPDB pada hari pertama:
  • Gerakan orangtua/wali mengantarkan peserta didik ke sekolah;
  • Upacara bendera pembukaan MOPDB yang meliputi: defile per kelompok peserta didik baru; menyanyikan lagu Indonesia Raya; sambutan-sambutan; membaca do'a
  • Sambutan kepala sekolah tidak berisi hal-hal yang terkait dengan biaya/anggaran;
  • Pentas seni/olahraga dan kreativitas MOPDB terdiri dari: menyanyikan lagu patriotik; menyanyikan lagu daerah;
  • Penampilan pakaian daerah; pengenalan makanan dan minuman tradisional yang sehat; dan/atau memilih kegiatan lain yang sesuai dengan kondisi sekolah;
  • Penanaman pohon per kelompok untuk dipelihara sampai kelompok bersangkutan tamat;
  • Perkenalan antar peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan masyarakat. 
Untuk kegiatan hari kedua dan ketiga:
Kegiatan dilaksanakan melalui kegiatan pengenalan program sekolah, lingkungan, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri peserta didik, dan kepramukaan sebagai pembinaan awal kearah terbentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses pembelajaran lebih lanjut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Silahkan unduh materi presentasinya di bawah ini:

Sambutan Presiden Republik Indonesia Peringatan HUT Korpri Ke-44 Tahun 2015

Minggu, 29 November 2015

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) merupakan organisasi profesi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, pegawai BUMN, BUMD, serta anak perusahaan, dan perangkat Pemerintah Desa. Kendati demikian, Korpri seringkali dikaitkan dengan Pegawai Negeri Sipil. Kedudukan dan kegiatan Korpri tak terlepas dari kedinasan.

KORPRI.

Organisasi profesi Korpri mulai didirikan pada tanggal 29 November 1971 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971, merupakan suatu wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia. Selama Orde Baru, Korpri dijadikan alat kekuasaan untuk melindungi pemerintah yang berkuasa waktu itu. Namun sejak era reformasi, Korpri berubah menjadi organisasi yang netral, tidak berpihak terhadap partai politik tertentu.

Organisasi Korpri memiliki struktur kepengurusan di tingkat pusat maupun di tingkat Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, atau Pemerintah Daerah. Saat ini kegiatan Korpri umumnya berkiprah dalam hal kesejahteraan anggotanya, termasuk mendirikan sejumlah badan/lembaga profit maupun non-profit.

Berikut ini sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia selaku Penasehat Nasional KORPRI pada Peringatan HUT KORPRI ke-44 Tahun 2015 sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera bagi Kita Sekalian,
Segenap Anggota KORPRI Di manapun Saudara Berada dan Bertugas, Hadirin yang Saya Muliakan,

Saya, atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia, mengucapkan Selamat Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-44 kepada Segenap Keluarga Besar KORPRI di seluruh tanah air dan dimanapun Saudara-saudara berada. Baik yang menjalankan tugasnya di kota-kota besar, di desa-desa, di seluruh pelosok tanah air, hingga yang bertugas melayani masyarakat di daerah pedalaman, pulau terdepan maupun di kawasan perbatasan, demikian juga yang saat ini sedang menjalankan tugasnya di luar negeri.

Empat puluh empat tahun bukanlah usia yang singkat. Namun saya bangga karena KORPRI terus berusaha untuk menguatkan eksistensinya, terus meningkatkan kompetensi dan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Memang tidak mudah, namun kesungguhan Saudara-saudara untuk terus-menerus mengusahakan hal tersebut akan membuahkan hasil dan manfaat.

Saya menyadari sepenuhnya, bahwa baik dan buruknya pelayanan pemerintah kepada masyarakat berada di tangan para anggota KORPRI. Pengharapan masyarakat saat ini terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik sangat besar. Karenanya, Saudara-saudara sebagai insan aparatur negara dituntut untuk mampu memberikan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, terjangkau dan terukur. Saya yakin dan percaya, Saudara-saudara sanggup untuk melaksanakannya.

Saudara-saudara Sebangsa dan Setanah Air,

Selama satu tahun Pemerintahan banyak hal yang sudah kita lakukan, antara lain mendorong transformasi fundamental ekonomi Indonesia melalui kebijakan mengubah ekonomi berbasis konsumsi ke ekonomi berbasis produksi; mengakselerasi program tepat sasaran untuk pengentasan kemiskinan; serta mendorong pembangunan yang lebih merata di luar pulau Jawa.

Pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, bandar udara, penyeberangan perintis, tol laut dan lain sebagainya terus kita pacu. Demikian juga upaya mewujudkan swasembada pangan melalui pembangunan bendungan baru, penyediaan teknologi, pendampingan pertanian, pembangunan jaringan irigasi teknis dan pencetakan sawah baru, terus kita kerjakan tanpa Ielah. Sementara itu kita juga tidak pernah berhenti memperhatikan penegakkan hukum, termasuk penegakan hukum di bidang Iingkungan hidup dan kehutanan.

Kita juga bekerja keras untuk menggerakkan pembangunan pedesaan melalui alokasi dana desa; pembangunan perumahan; peningkatan akses kesehatan dan kondisi kesehatan; serta peningkatan fasilitas dan kualitas pendidikan. Dan yang tidak kalah penting, Pemerintah juga terus mendorong pembangunan karakter bangsa.

Saya berharap kerja keras itu akan memberikan fondasi bagi kita semua untuk terus melangkah, serta tetap optimis dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan yang makin berat dan kompleks. Langkah pertama seringkali yang tersulit, tetapi juga yang terpenting.

Segenap Anggota KORPRI yang Saya Banggakan,

Pada kesempatan Hari Ulang Tahun ke-44 KORPRI ini, saya minta Saudara sekalian untuk memperhatikan lima amanat yang ingin saya sampaikan:

Pertama, lakukan percepatan reformasi birokrasi di semua tingkatan. Lakukan reformasi birokrasi tanpa basa-basi, cari terobosan serta cara-cara baru dengan menghindari business as usual. Berbagai upaya perbaikan harus terus dilakukan dari hulu sampai hilir, baik pada area perubahan mental aparatur, kelembagaan, ketatalaksanaan, SDM aparatur, akuntabilitas, pengawasan, peraturan perundang-undangan, maupun area perubahan pelayanan publik. Rakyat ingin segera melihat terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang efektif dan efisien, birokrasi yang melayani bukan dilayani, serta birokrasi yang memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Kedua, bangun mentalitas baru yang positif, yang berintegritas, yang memiliki etos kerja, dan yang berjiwa gotong royong. Bongkar pola pikir dan mentalitas-mentalitas lama yang negatif. Jadikan revolusi mental sebagai gerakan bersama seluruh anggota KORPRI, bukan sebatas program atau proyek yang digerakkan oleh anggaran. Dengan Integritas, kita kembalikan jatidiri KORPRI sebagai abdi negara yang terpercaya. Dengan Etos Kerja, kita tegaskan kembali KORPRI sebagai abdi masyarakat dan pelayan rakyat yang tangguh. Serta dengan Gotong Royong, kita tegakkan kembali eksistensi KORPRI sebagai motor penggerak pembangunan nasional.

Ketiga, persiapkan diri menuju birokrasi yang dinamis, inovatif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Pangkas semua kerumitan birokrasi serta pastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dengan kualitas tinggi dan waktu yang cepat. 

Birokrasi harus adaptif dan inovatif dengan tantangan-tantangan baru. Pelayanan publik harus bisa dilakukan dengan lebih efisien dan kompetitif. Untuk itu, saya meminta agar mekanisme kerja birokrasi juga harus berubah ke arah sistem pemerintahan elektronik atau E Government, mulai dari budgeting, procurement, audit, catalog, purchasing, cash flow management system dan banyak lagi yang lain. 

Banyak pekerjaan dalam birokrasi yang bisa dilakukan jauh lebih efisien dengan menggunakan teknologi informasi. Dengan cara itu, pemberian informasi dan pelayanan pada warga bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Keempat, jaga netralitas anggota KORPRI dalam pesta demokrasi, khususnya Pemilu Kepala Daerah yang akan digelar akhir tahun ini. Saya mengharapkan Saudara-saudara benar-benar menjaga netralitas serta tidak menggunakan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye Pemilukada tersebut. Anggota KORPRI harus fokus pada tugas dan fungsinya, sehingga dapat memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat tanpa ada diskriminasi kepada siapapun juga.

Kelima, semua aparatur birokrasi harus menjadi motor penggerak produktivitas nasional dan daya saing bangsa. Kita telah memasuki era baru, era persaingan yang bukan lagi antar daerah, antar kota ataupun antar provinsi, tetapi sudah memasuki persaingan antar negara.

Saya mengharapkan dukungan penuh dari jajaran anggota KORPRI untuk mengakselerasi peningkatan daya saing bangsa. Kita harus yakin bahwa bangsa kita pasti mampu berkompetisi di era kompetisi regional dan global. Untuk itu, pada kesempatan ini saya mengajak Saudara-saudara sekalian untuk terus meningkatkan kinerja, mendorong efisiensi, memperkuat sinergi, agar pelayanan publik semakin baik serta daya saing bangsa kita pun semakin tinggi. Pada gilirannya semua akan berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia, serta penguatan posisi Indonesia di pentas dunia.

Segenap Anggota KORPRI yang Berbahagia,

Demikian sambutan ini saya sampaikan. Besar harapan saya agar segenap anggota KORPRI konsisten melaksanakan amanat ini demi kejayaan bangsa dan negara menuju terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.

Dirgahayu Korps Pegawai Republik Indonesia. Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

                                                                          Jakarta, 30 November 2015
                                                                          PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,


                                                                          ttd.


                                                                         JOKO WIDODO





Silahkan unduh di bawah ini Surat Edaran Pedoman Penyelenggaraan Upacar Bendera Peringatan HUT KOPRI Ke-44 Tahun 2015.

Pendaftaran Simposium Guru dan Tenaga Pendidikan 2015

Sabtu, 17 Oktober 2015

Kemdikbud melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) pada tahun 2015 akan menyelenggarakan kegiatan Simposium Guru dan Tenaga kependidikan Tingkat Nasional pada tanggal 24-25 November 2015. Kegiatan ini akan diselenggarakan bertempat di Istora senayan Jakarta. 


Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat nasional merupakan wahana yang berguna untuk menuangkan ide, gagasan dan mencari pemecahan isu atau permasalahan strategis tentang pendidikan dengan melibatkan unsur pakar perguruan tinggi, praktisi pendidikan, pemerhati pendidikan, LSM pendidikan, serta guru dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat nasional. Simposium ini juga mempresentasikan karya ilmiah dan inovasi pembelajaran guru dalam bentuk seminar dan pameran hasil karya ilmiah serta inovasi pembelajaran guru. 

Peserta simposium diwajibkan mendaftar, dengan 2 (dua) mekanisme yang pertama peserta (Guru dan Tenaga Kependidikan) dengan menyertakan karya berupa karya tulis ilmiah maupun inovasi pembelajaran dan yang kedua adalah pendaftar umum (masyarakat). 

Peserta yang mengirimkan karya tulis dan atau inovasi pembelajaran terbaik akan mendapat hadiah berupa:

  1. Sertifikat dari Presiden RI.
  2. Hadiah Uang Tunai dan Non Tunai (kartu discount khusus).
  3. Laptop.
  4. Magang ke luar negeri selama 2 minggu, 1 bulan dan atau 3 bulan.
  5. Beasiswa S2.
  6. Gratis ke luar negeri dengan mileages garuda dalam rangka peningkatan kompetensi (seminar, workshop, diklat dsb).

Berikut ini Surat Edaran Simposium GTK 2015 dan Lampiran Simposium GTK 2015.
  • Surat Edaran Simposium GTK 2015 download
  • Lampiran Simposium GTK 2015 download

Mengenai biaya transportasi, konsumsi,dan akomodasi seluruhnya akan ditanggung panitia. Ayo segera daftarkan, pendaftaran ditutup tanggal 10 November 2015. Informasi selengkapnya lihat disini.
 
Info  Selamat datang di website SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar. Silahkan bergabung menjadi member komunitas sekolah klik di sini.
Profil | Kontak | Sitemap | Feedback
Copyright © . SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar - All Rights Reserved
Alamat: Jalan Karya Bakti Ujung, Serbalawan 21155
Email: info@smpn1dbn.sch.id Telp. (0622) 64167
google-site-verification: google2996ca91c8ee332c.html